Tetap Pancarkan Terangmu!

(Senin, 30 Juni 2025)

 

Saat Teduh

 

Nyanyian Pembuka 

 

KUDENGAR BERKAT-MU TURUN

(KJ 235 : 1-2)

 

Kudengar berkat-Mu turun

bagai hujan yang lebat,

menghidupkan padang gurun

dan menghibur yang penat.

Aku pun, aku pun,

ya, berkati aku pun!


Bapa, jangan Kaulewati

aku, walau ku cemar;

'ku tak layak Kaudekati

namun rahmat-Mu besar.

Aku pun, aku pun,

kasihani aku pun!


Pembacaan Kitab Mazmur 140

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)


Doa Pembuka dan Firman

(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)


Pembacaan Alkitab

Perjanjian Lama   : Kejadian 24: 34-41, 50-67

Perjanjian Baru    : 1 Yohanes 2: 7-11


Renungan 

    Hidup sebagai anak-anak terang di tengah dunia sekarang ini bukanlah perkara yang mudah. Ada banyak hal yang terkadang dapat mengaburkan terang yang ada dalam kehidupan kita. Namun demikian, Tuhan tetap menghendaki kita untuk hidup memancarkan terang yang ada dalam diri kita di tengah dunia ini. Caranya bagaimana? Bacaan kita hari ini memberikan tuntunan kepada kita tentang bagaimana kita hidup sebagai anak-anak terang di tengah dunia yang diwarnai dengan kegelapan ini. 

1. Tidak hidup dalam kebencian

    Firman Tuhan berkata, "Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang" (1 Yoh 2:9). Berdasarkan ayat ini, maka kita dapat mengetahui bahwa orang yang hidupnya memancarkan terang adalah orang yang tidak terjatuh dalam kebencian terhadap sesamanya. Oleh karena itu, jika kita ingin memancarkan terang, maka kita perlu mewaspadai dan menjagai diri kita sendiri agar jangan sampai kita hidup dalam kebencian terhadap sesama kita. Sekalipun terkadang godaan itu datang dalam kehidupan kita. Terlebih saat kita disakiti, diperlakukan dengan tidak baik, dikhianati, dsb. Kita harus berusaha untuk menahan diri kita agar tidak membenci orang-orang yang memperlakukan kita demikian itu.

2. Mengasihi semua orang

    Firman Tuhan berkata, "Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan." (1 Yoh 2:10) Kasih merupakan pancaran dari terang yang ada dalam diri kita. Siapa yang di dalam kehidupan ini masih bisa mengasihi orang lain, maka di dalam diri orang itu masih ada terang. Oleh karena itu, jika kita ingin hidup memancarkan terang, maka kita harus belajar untuk terus mengasihi semua orang yang ada di sekitar kita. Sekalipun kadang, kasih yang kita tunjukkan tidak dibalas dengan balasan yang setimpal. Hal itu tidak seharusnya membuat kita berhenti dalam mengasihi orang lain. Justru berulang kali kita diingatkan bahwa kita mengasihi bukan supaya kita dikasihi, melainkan karena kita telah dikasihi Allah, maka kita mengasihi orang lain yang ada di sekitar kita, apapun respon mereka atas kasih kita.

3. Tunduk pada kehendak Tuhan

    Jika orang ingin memancarkan terang dalam hidupnya, maka ia harus belajar untuk tunduk pada kehendak Tuhan. Ia harus percaya pada tuntunan Tuhan dalam hidupnya dan melakukan sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Hal itulah yang juga dinampakkan oleh orang yang menjadi utusan Abraham, ketika ia diutus oleh Abraham untuk melamar Ribkha menjadi istri bagi Ishak yang dikisahkan dalam Kejadian 24: 34-41, 50-67. Keberhasilannya dalam menjalankan misi yang dipercayakan kepadanya terjadi karena dia tunduk sepenuhnya pada apa yang telah diperintahkan untuk disampaikannya kepada Laban dan keluarganya. Ia tidak menambahi dan mengurangi sedikit pun kehendak Tuhan dalam hidupnya. Ia berkata sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Hal itulah yang membuat ia pada akhirnya berhasil membawa Ribka untuk Ishak.

    Demikian jugalah dalam kehidupan kita sebagai umat-Nya masa kini. Segala upaya dan usaha kita tidak akan dapat membawa kita pada keberhasilan, jika kita tidak memiliki kesediaan untuk tunduk dan taat pada kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Sebab, Tuhanlah yang dapat membuat segala yang kita usahakan menjadi berhasil, termasuk dalam kita berusaha untuk memancarkan terang di tengah kehidupan ini. Jikalau kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri, maka kita akan mengalami banyak kesulitan, sehingga kecil kemungkinannya untuk berhasil. Namun, jika kita menjalaninya dengan sikap hati yang tunduk pada arahan dan kehendak Tuhan, maka kita pasti akan dibuat-Nya berhasil. 

    Oleh karena itu, sekalipun ada banyak tantangan dan rintangan dalam kita berusaha memancarkan terang di tengah kehidupan kita, hari ini kita tetap diajak untuk tidak berputus asa dalam mengupayakannya. Kita diajak untuk terus berusaha mewujudkan perintah Tuhan itu dengan segala kekuatan dan kemampuan kita, sembari kita terus belajar menundukkan diri kita pada tuntunan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Selamat memancarkan terang Tuhan di tengah kehidupan ini. Tuhan menuntun dan menyertai kita. Amin.

    

Doa Syafaat dan Penutup

Berdoalah agar masyarakat memiliki kesadaran untuk melakukan diet kantong plastik demi menjaga dan merawat kelestarian lingkungan hidup yang ada di sekitarnya.


Nyanyian Penutup

 

DI DUNIA YANG PENUH CEMAR

(NKB 204: 1-2)

 

Di dunia yang penuh cemar;

antara sesamamu

hiduplah saleh dan benar

Nyatakan Yesus dalammu.


Refrein:

    Nyatakan Yesus dalammu,

    nyatakan Yesus dalammu;

    sampaikan Firman dengan hati teguh,

    nyatakan Yesus dalammu.


Hidupmu kitab terbuka 

dibaca sesamamu;

apakah tiap pembacanya

melihat Yesus dalammu?

(kembali ke refrein)

SOK TAHU SOK BENAR - Selasa, 8 Juli 2025

Selasa, 8 Juli 2025 – SOK TAHU SOK BENAR

 

NYANYIAN PEMBUKA
KJ 026 – MAMPIRLAH, DENGAR DOAKU
Syair: Pass Me Not, O Gentle Saviour, Fanny J. Crosby, 1868
Terjemahan: E. L. Pohan, 1975
Lagu: William Howard Doane, 1870
 
Mampirlah, dengar doaku, Yesus Penebus.
Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
Refrein:
Yesus, Tuhan, dengar doaku;
orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus.
 
Di hadapan takhta rahmat aku menyembah,
tunduk dalam penyesalan. Tuhan, tolonglah! Refrein:

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

YEREMIA 8:4-13

 

RENUNGAN

Pernah, bersama dengan rombongan pendaki menuju basecamp dari kota asal menggunakan GPS. Si supir selalu yakin bahwa GPS-lah yang paling benar. Pada satu persimpangan jalan menuju lokasi, ada papan pemberitahuan bahwa arah basecamp belok sebelah kanan, sedangkan GPS menunjukkan arah kiri. Semua penumpang mengingatkan untuk mengikuti arah papan pengumuman, sedangkan supir tetap berkeyakinan bahwa kiri arah dari GPS yang benar. In the end…. Masuklah ke dalam jalan sempit di tengah sawah dan buntu – tidak dapat melanjutkan perjalanan. Mau tidak mau harus kembali ke persimpangan tadi dan butuh waktu lebih dari 30 menit hanya untuk memutar mobil karena jalan yang sangat sempit. Sok tahu dan sok benar berujung tersesat. Hal ini menjadi gambaran juga dalam arah iman dan laku hidup. Tidak jarang kita merasa diri mengetahui banyak hal dan merasa paling benar, lalu tidak mendengarkan suara yang lainnya. Makin di nasihati makin menjauh dan hilang.

Bangsa Israel ditegur oleh Nabi Yeremia sebagai bangsa yang sok tahu sok benar. Mereka memilih melawan Allah dan berdosa. Parahnya, menolak untuk bertobat. Ay. 4b-5 "Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.” Bangsa Israel disindir, bahwa binatang-binatang di alam tahu waktunya, tapi umat Tuhan tidak tahu hukum Tuhan (Ay. 7). Mereka menolak teguran Tuhan dan lebih percaya pada nabi-nabi palsu yang mengatakan “Damai sejahtera” – padahal tidak ada damai. Mereka memilih mendengarkan segala hal yang menyenangkan telinga, bukan kebenaran. Ini bahaya sok tahu sok benar – menolak dididik, menolak dikoreksi.

Saat ini, godaan kita adalah merasa sudah tahu Firman. Namun kita perlu bertanya “benarkah hidup kita berdasarkan Firman Tuhan?”. Godaan kita saat ini, lebih senang mendengarkan pujian, afirmasi tapi enggan menerima teguran dan konfrontasi. Padahal cinta Tuhan juga dinyatakan lewat teguran. Banyak orang yang menjadi pakar dalam segala hal – termasuk urusan iman dan moral – namun malas untuk mendengar suara Tuhan dan rendah hati untuk memproses batinnya. Siapapun bisa buta arah ketika merasa sok tahu sok benar. Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat. Pertanyaannya: Maukah kita mengakui bahwa kita salah? Atau terus merasa paling benar? Berhenti menjadi pribadi sok tahu sok benar dan mulai dengan rendah hati. Kerendahan hati membukakan diri untuk terus menyambut cinta Tuhan, meski melalui teguran dan ajakan pertobatan. Orang yang rendah hati selalu menyambut untuk pemulihan dari Tuhan dan itu yang menyenangkan-Nya. Amin.

 

 

DOA SYAFAAT

·         Peperangan di Timur Tengah segera berakhir dengan damai

·         Mereka yang kena PHK mendapatkan pekerjaan kembali

·         Menjaga hubungan baik antara gereja(pribadi) dan masyarakat sekitar

 

NYANYIAN PENUTUP
KJ 413: 1 “TUHAN PIMPIN ANAKMU”
Syair dan lagu: Lead Me, Saviour, Lest I Stray, Frank M. Davis (1839 – 1896),
Terjemahan: E. L. Pohan Shn.
 
Tuhan, pimpin anakMu,
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru,
bila Kau tetap dekat.
 
Refrein:
Tuhan, pimpin!
Arus hidup menderas;
agar jangan ‘ku sesat,
pegang tanganku erat.

 

UJILAH APA YANG BERKENAN PADA TUHAN - Selasa, 1 Juli 2025

Selasa, 1 Juli 2025 – UJILAH APA YANG BERKENAN PADA TUHAN

 

NYANYIAN PEMBUKA
KJ 54:1,4 “TAK KITA MENYERAHKAN”
Syair: Wij geben het niet over, P. J. Moeten,
Terjemahan: I. S. Kijne (1899-1970),
Lagu: Johann Michael Haydn (1737-1806)
 
Tak kita menyerahkan kepada musuhnya
pelita yang bersinar di dalam dunia.
Tak boleh Firman Allah yang sungguh dan teguh,
Alkitab yang mulia, diambil seteru.
 
Di hati kami, Tuhan, Kautulis SabdaMu,
supaya kami juga setia dan teguh.
Kendati gunung goyah, binasa dunia,
kekallah Firman Allah selama-lamanya.

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

EFESUS 5:6-20

 

RENUNGAN

Seorang pemuda ingin menyenangkan ibunya dengan belajar memasak untuk pertama kalinya. Ibunya memberikan resep lengkap: bahan, takaran, dan cara memasak. Namun si pemuda ini tidak menggunakan resep sepenuhnya dari ibunya, namun menggunakan caranya sendiri. Saat makanan dihidangkan, ibu mencicipi dan langsung mengernyit: “nak, kamu masak pakai resep siapa?”. Si pemuda menjawab: “resep mama, tapi aku modifikasi”. Ibunya tersenyum, “Kalau kamu ingin buat yang berkenan bagi mama, jangan hanya pakai selesai sendiri. Ikuti petunjuk yang aku berikan. Itulah cara yang aku sukai.” Seringkali kita ingin berkenan bagi Tuhan namun dengan selera dan cara kita sendiri. Pada akhirnya kita justru menyimpang dari apa yang dikehendaki Tuhan. Kita perlu menguji apa yang menjadi pikiran dan kehendak kita. Apakah sungguh berkenan bagi Tuhan.

Paulus menasihatkan kepada jemaat Efesus bagaimana hidup sebagai anak-anak terang. Salah satunya adalah dengan menguji apa yang berkenan bagi Tuhan. Ini soal menyaring segala sesuatu berdasarkan kehendak Tuhan. Tentu caranya dengan memiliki relasi yang mendalam dengan Tuhan, mengenali kehendak-Nya melalui firman, hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Semua yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuat memberi dampak positif dan damai sejahtera? Untuk itulah Paulus mengingatkan untuk menjadi pribadi yang arif.

Hidup ini seperti perjalanan dengan banyak persimpangan. Banyak yang mungkin terlihat aman namun bisa menjerumuskan. Banyak yang terdengar “benar” tapi bertentangan dengan kehendak Allah. Karena itu kita perlu waspada dan perlu mengujinya. Apakah ini kehendak Tuhan? Mari jangan hidup asal ikut sana-sini; jangan menelan mentah semua yang viral; jaangan mengikuti arus tanpa tahu ke mana tujuannya. Kita adalah anak-anak terang. Terang yang memberikan dampak kebenaran dan damai sejahtera. Amin.

 

 

DOA SYAFAAT

·         Peperangan di Timur Tengah segera berakhir dengan damai

·         Mereka yang kena PHK mendapatkan pekerjaan kembali

·         Menjaga hubungan baik antara gereja(pribadi) dan masyarakat sekitar

 

NYANYIAN PENUTUP
KJ 436:1,2 “LAWANLAH GODAAN”
Syair dan lagu: Yield Not to Temptation, Horatio R. Palmer, 1868,
Terjemahan: Yamuger, 1984
 
Lawanlah godaan, s’lalu bertekun;
tiap kemenangan kau tambah teguh;
nafsu kejahatan harus kautentang;
harap akan Yesus: pasti kau menang.
Refrein:
Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan;
Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang
 
Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah;
tindakanmu tulus tiada bercela:
junjung kebenaran, hidup dalam t’rang,
harap akan Yesus: pasti kau menang. *Refrein:
 

Hidup yang Menyerahkan Diri kepada Allah

Sabtu, 28 Juni 2025

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

KJ. 370 - 'Ku Mau Berjalan dengan Jurus'lamatku 

 

'Ku mau berjalan dengan Jurus'lamatku di lembah
berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga aku mau
mengikutNya. Sampai aku tiba di neg'ri baka.

 

Reff:

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; 'ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga 'ku mengikutNya!

 

'Ku mau berjalan dengan Jurus'lamatku di lembah gelap,
di badai yang menderu. Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila 'ku dibimbing tangan Tuhanku.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 16

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

 

PEMBACAAN ALKITAB

Ul. 32: 15-27, 39-43 Luk. 9: 21-27 

 

RENUNGAN

"Hidup yang Menyerahkan Diri kepada Allah"


Bayangkan dua orang yang menempuh perjalanan ke gunung tinggi. Yang satu membawa banyak barang—pakaian, makanan, gadget, bahkan kursi lipat. Yang lain hanya membawa perlengkapan yang penting. Di tengah perjalanan yang menanjak dan berat, yang membawa banyak barang akhirnya tertinggal dan kelelahan, sementara yang ringan beban sampai ke puncak dengan selamat.

Kadang kita terlalu penuh dengan hal duniawi—ambisi, keinginan, kesenangan—hingga kita sulit berjalan di jalan Tuhan. Firman hari ini mengajak kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, melepaskan beban dunia dan mengikuti Yesus, bahkan jika itu berarti memikul salib.

 

Mazmur 16 – Hidup dalam Perlindungan dan Sukacita Tuhan

Pemazmur menyatakan kepercayaannya yang penuh kepada Tuhan:

"Engkau menunjukkan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah." (ayat 11)

Mazmur ini adalah nyanyian iman dan pengandalan penuh pada Allah.

Ia menolak allah lain dan hanya berpaut pada Tuhan (ayat 4).

Dalam hidup yang menyerahkan diri kepada Tuhan, ada jaminan perlindungan, hikmat, dan sukacita kekal.

 

Ulangan 32:15–27, 39–43 – Peringatan Akan Penyimpangan dari Allah

Israel dilukiskan sebagai bangsa yang menjadi gemuk, puas, dan akhirnya meninggalkan Allah:

"Yesyurun menjadi gemuk, menendang—engkau menjadi gemuk, gendut, tambun—lalu ia meninggalkan Allah yang telah menjadikannya." (ayat 15)

Ketika diberkati, bangsa itu malah berpaling dan menyembah allah lain.

Tuhan memperingatkan mereka bahwa penyimpangan itu membawa kehancuran.

Namun di bagian akhir (ayat 39–43), Tuhan tetap menyatakan kedaulatan dan rencana pemulihan-Nya:

"Akulah yang mematikan dan menghidupkan, Aku telah meremukkan dan Aku yang menyembuhkan."

 

Lukas 9:21–27 – Mengikut Yesus adalah Jalan Salib

Yesus menubuatkan penderitaan dan kematian-Nya. Namun yang mengejutkan adalah ajakan-Nya:

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (ayat 23)

Mengikut Yesus bukan soal berkat duniawi, tapi penyerahan total, bahkan sampai mati.

Orang yang berusaha menyelamatkan hidupnya (dengan cara dunia), justru akan kehilangan hidup sejati.

Tapi yang kehilangan hidup karena Kristus, akan mendapatkannya.

 

Renungkanlah:

1.       Apakah kita benar-benar sudah menyerahkan hidup kepada Tuhan?

2.      Apakah kita seperti Yesyurun, yang setelah diberkati justru melupakan Allah?

3.      Apakah kita siap memikul salib dan menyangkal diri, mengikuti Yesus dalam jalan penderitaan  dan pengorbanan?

 

Hidup yang diserahkan kepada Allah adalah hidup yang penuh perlindungan dan sukacita sejati (Mazmur 16), sekaligus hidup yang terus mawas diri agar tidak jatuh dalam penyimpangan (Ulangan 32), dan rela menanggung salib sebagai tanda kasih dan kesetiaan kepada Yesus (Lukas 9).


Seekor kupu-kupu tidak bisa terbang tanpa perjuangan keluar dari kepompong. Jika seseorang membantunya keluar dengan memotong kepompong, kupu-kupu itu tidak akan pernah bisa terbang, karena otot sayapnya tidak cukup kuat.

 

Demikian juga dengan kita. Mengikuti Kristus bukan jalan mudah, tapi itulah jalan yang membentuk kita. Dalam penderitaan dan pengorbanan, kita dilatih untuk kuat, setia, dan pada akhirnya mengalami kehidupan sejati dalam Tuhan.

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang mengasihi dan bersedia mengampuni. 

NYANYIAN PENUTUP

KJ. 370 - 'Ku Mau Berjalan dengan Jurus'lamatku 

 

Bersama Jurus'lamat hatiku teguh dilembah dan bukit yang
perlu kutempuh. Tuhanku membimbing aku pada jalanNya
yang menuju rumah Allah yang baka.

 

Reff:

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; 'ku tetap mendengar dan
MengikutNya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana
Juga 'ku mengikutNya!

TATA IBADAH HARIAN

Jumat, 27 Juni 2025

 

 

Pujian Pembukaan

KJ 439 : 1 + 2 – Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu

 

Bila Topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu,

berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

 

Refrein :

Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ’kan kagum oleh kasih-Nya.

Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

 

Adakah beban membuat kau penat, salib yang kaupikul menekan berat?

Hitunglah berkat-Nya, pasti kau lega dan bernyanyi t’rus penuh bahagia!  

 

 

PEMBACAAN Mazmur

Salah Seorang anggota persekutuan membacakan Mazmur 77:1-3, 12-21

 

 

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

 

Pembacaan dan perenungan Firman

 

·       2 Raja-raja 1:1-12 

·       Galatia 4:8-20

 

Tuhan, Sumber Hidup

 

 

Memori selalu membawa kita kepada ingatan di masa lalu. Itulah yang dialami oleh pemazmur ketika ia mengalami kesusahan (band. Mzm. 77:1-3).

 

Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.  Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? (Mazmur 77:21-14)  

 

Ya. Tuhan adalah sumber kekuatan umat-Nya. Namun sayang kala Ahazia, raja Israel sakit, ia tidak mencari Tuhan, sampai-sampai kepada utusan yang disuruhnya ke Baal Zebub, allah di Ekron, Elia berkata:

 

Jawab mereka kepadanya: "Ada seorang datang menemui kami dan berkata kepada kami: Pergilah, kembalilah kepada raja yang telah menyuruh kamu, dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Apakah tidak ada Allah di Israel, sehingga engkau menyuruh meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron? Sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati." (2 Raja-raja 1:6) 

 

Dalam segala kemelut hidup dan hati, setiap orang percaya diajak untuk mencari, berharap dan bersandar kepada Tuhan.

Paulus mengingatkan jemaat Galatia yang berpaling dari Tuhan.

 

Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah. Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya? (Galatia 4:8-9) 

 

Paulus mengingatkan kepada mereka bagaimana orang Galatia menjadi percaya karena buah kesaksiannya sekalipun pada waktu itu Paulus sedang sakit.

 

Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku. Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku. (Galatia 4:13-15) 

 

Memang orang dipengaruhi jalan hidupnya namun bukankah iman yang menuntun orang dalam hidupnya?

 

 

SAAT HENING

 

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

·       Pemerintah yang memperhatikan Kawasan terluar, terdepan, tertinggal.

·       Kesehatan keluarga

·       (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)

·       Penutup

 

 

Pujian Penutup

KJ 439 : 3 + 4 – Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu

 

Bila kau memandang harta orang lain ingat janji Kristus yang lebih permai

Hitunglah berkat yang tidak terbeli milikmu di sorga tiada terperi.

 

Refrein :

Berkat Tuhan, mari hitunglah, kau ’kan kagum oleh kasih-Nya.

Berkat Tuhan mari hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya.

 

Dalam pergumulanmu di dunia janganlah kuatir, Tuhan adalah!

Hitunglah berkat sepanjang hidupmu, yakinlah, malaikat menyertaimu!

 

TATA IBADAH HARIAN Jumat, 03 April 2026     Pujian P e mbukaan KJ. 34 : 1 + 2 – DI SALIB YESUS DI KALVARI   Di salib Yesus di ...