TATA IBADAH HARIAN

Jumat, 03 April 2026

 

 

Pujian Pembukaan

KJ. 34 : 1 + 2 – DI SALIB YESUS DI KALVARI

 

Di salib Yesus di Kalvari kus’rahkan dosaku yang keji.

Oleh darahNya aku bersih! Puji namaNya!

 

Refrein :

Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!

Oleh darahNya aku bersih! Puji namaNya!

 

Kini bahagiaku penuh: Yesus berdiam di dalamku.

Sungguh ‘ku s’lamat, ‘ku ditebus! Puji namaNya!

 

 

Pembacaan Mazmur

Salah Seorang Anggota Persekutuan membacakan Mazmur 22

 

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

 

Pembacaan dan perenungan Firman

 

·       Yesaya 52:13-53:12

·       Ibrani 10:16-25

·       Yohanes 18:1-19:42

 

Hidup Sebagai Orang Tebusan

 

 

Peristiwa sejak Kamis malam ketika Tuhan Yesus ditangkap di taman Getsemane sampai pada penguburan-Nya (Yoh. 18:1-19:42), merupakan peristiwa akhir dalam kisah Tuhan Yesus. Dari penangkapan karena pengkhianatan Yudas Iskariot, penyangkalan Petrus, pengadilan di mahkamah agama, pengadilan oleh Pilatus, penyaliban, sampai penguburan-Nya adalah peristiwa yang menunjukkan ketaatan dan kesetiaan Tuhan Yesus untuk menjadi juruselamat dunia. 

Teriakan Tuhan Yesus di kayu salib, didasarkan pada Mazmur 22; teriakan kepercayaan dan pengharapan kepada Tuhan untuk menolong dari ketidakberdayaan; teriakan yang seharusnya merupakan teriakan manusia, yang tanpa Tuhan tak diselamatkan.

Apa yang terjadi pada Tuhan Yesus menggenapi nubuat tentang Dia sebagai hamba Tuhan yang  menanggung dosa dan kesalahan manusia (Yes. 53:5-12).

 

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (Yesaya 53:1-4 (TB))

 

Pengorbanan Tuhan Yesus untuk menebus dosa dunia dilakukan dalam ketaatan kepada Bapa.

Itu semua menjadikan setiap orang percaya milik kepunyaan Tuhan (Ibr. 10:16-18). Karena itu nyata kebenaran dalam karya kasih-Nya.

 

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. (Ibrani 10:19-21 (TB))

 

Oleh karena itu setiap orang diajak untuk mempunyai hati yang tulus ikhlas, mempunyai iman yang teguh, tetap menjaga pengharapan di dalam Tuhan, saling memperhatikan sebagai sebuah persekutuan, dan hidup di dalam persekutuan sampai kedatangan Tuhan kembali  (Ibr. 10: 22-25).

 

 

SAAT HENING

 

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

·       Yudikatif (aparat hukum, polisi dan TNI) yang melindungi masyarakat dan melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.

·       Kesehatan anggota keluarga

·       (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)

·       Penutup

 

 

Pujian Penutup

KJ. 34 : 3 + 4 – DI SALIB YESUS DI KALVARI

 

DarahNya sumber hayat baka; aku dibasuh di dalamNya

dan t’rus dijaga tak bercela. Puji namaNya!

 

Refrein :

Puji, puji namaNya! Puji, puji namaNya!

Oleh darahNya aku bersih! Puji namaNya!

 

Mari semua ke salibNya; jiwa-ragamu serahkanlah

untuk dibasuhi darahNya. Puji namaNya!

MENGHAMBA; SUSAHKAH? - 1 April 2026

Tataibadah Harian

Rabu, 1 April 2026

 

MENGHAMBA; SUSAHKAH?

 

Saat teduh

Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya

Nyanyian Umat          

KJ 33 “Suara-Mu Kudengar“

 

Suara-Mu kudengar memanggil diriku,
supaya ‘ku di Golgota dibasuh darah-Mu!

 

Aku datanglah, Tuhan, pada-Mu;
dalam darah-Mu kudus sucikan diriku.

 

Kaupanggil diriku, supaya kukenal
iman, harapan yang teguh, dan kasih-Mu kekal.

 

Bacaan I: Yesaya 50.4-9a

Pesan yang penting dalam perikop ini

Seorang hamba Tuhan dibentuk oleh Tuhan sedemikian rupa dengan cara-Nya (pendampingan, pembinaan, penguatan, peneguhan, pengarahan, pencerahan) sehingga ia dimampukan menghadapi berbagai tantangan hidup. Diharapkan melaluinya dunia dapat diperlengkapi dengan berbagai kebaikan sehingga setiap hari rahmat Tuhan terus terpancar melaluinya dan menghadirkan kesejukan. Ia tidak lepas dari kelemahan, namun ditolong Tuhan sehingga dapat menuntaskan tugasnya dengan baik. Ketika seseorang dipilih Tuhan menjadi hamba-Nya, maka itu merupakan keistimewaan dan kehormatan, meski tidak dijauhkan dari rintangan dan pergumulan.

 

 

Doa Pembuka

Dipimpin seorang anggota keluarga

 

Mazmur 70

Bacalah bagian ini dengan beberapa cara

1.    Seorang membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan

2.    Seorang membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang mengarah ke kanan

3.    Kaum laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan membaca yang mengarah ke kanan

 

Bacaan II: Yohanes 13.21-32

Pesan melalui perikop 

 

Tidak semua murid Yesus (hamba Tuhan) berhasil menjalankan peran tugas yang dimandatkan kepadanya. Kala menerima penugasan, tidak jarang muncul keraguan yang membuat keputusan tidak bulat sehingga langkah juga goyah. Entah hal itu disebabkan kemalasan, atau sikap tidak saleh.

Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif), sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).

Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:

·      Apakah dalam hidup, kita pernah tergoda mengingkari Yesus dan ingin meninggalkan-Nya?

 

Selain itu, kita juga diajak mengembangkan perasaan berikut:

·      Pernahkah kita kecewa pada-Nya? Kira-kira apa yang menyebabkan kita kecewa terhadap-Nya? Apa yang kita lakukan jika kecewa pada-Nya?

 

 

Kedua sisi itu tentu akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis. Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:

·      Akankah kita senantiasa setia kepada Yesus dan hidup bersama-Nya selalu, memberlakukan perintah-Nya, apapun yang terjadi?

 

Doa Bersama

Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:

·      Agar pelayan Tuhan bersedia menyerahkan dirinya melayani umat Tuhan dan siapapun yang dipercayakan Tuhan kepadanya

 

 

Nyanyian Umat

KJ 370 ”Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku”

 

‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah berbunga dan berair sejuk.
Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya
sampai aku tiba di neg’ri baka.


Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus:
‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;
ya, ke mana juga ‘ku mengikut-Nya!

 

‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah gelap, di badai yang menderu.
Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.

 


TERLALU SEDIKIT UNTUK JADI HAMBA - Selasa, 31 Maret

Selasa, 31 Maret – TERLALU SEDIKIT UNTUK JADI HAMBA


NYANYIAN PEMBUKA
HIDUP INI ADALAH KESEMPATAN
Pdt. Wilhelmus Latumahina
 
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat
 
Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

YESAYA 49:1-7

 

RENUNGAN

Seorang anak diminta untuk ikut dalam ansamble musik. Ia hanya memainkan alat musik untuk menghasilkan satu atau dua nada sederhana. Bagi anak itu, nada sederhana itu sudah cukup. Namun, bagi seorang maestro, potensi alat itu jauh lebih besar dari sekadar satu nada; ia diciptakan untuk memainkan simfoni yang bisa memukau. Ini seringkali menjadi gambaran kita – menjalani hidup merasa cukup dengan “satu nada” bagi keselamatan diri sendiri. Merasa tidak perlu terlibat dan bertanggung jawab dalam perkara di luar diri sendiri. Acuh terhadap situasi keluarga, tak peduli pada derita sesama. Padahal Tuhan, Sang Maestro kehidupan tidak menciptakan kita hanya untuk “satu nada” namun untuk memainkan simfoni hidup yang penuh makna: menghadirkan terang, harapan dan keselamatan bagi banyak orang.

Dalam Yesaya 49:1-7 kita mendengar suara hamba Tuhan yang dipanggil sejak dari kandungan, dipersiapkan secara khusus oleh Tuhan untuk misi besar. Di tengah panggilan itu ada pergumulan: usaha yang terasa sia-sia, jerih lelah yang seakan tidak menghasilkan apa-apa. Tetapi Tuhan tidak berhenti pada kegagalan itu. Ia justru menyatakan “terlalu sedikit bagimu hanya menjadi hamba untuk menegakkan suku-suku Yakub…”. Artinya, pemulihan Israel saja belum cukup. Tuhan memperluas panggilan itu – menjadi terang bagi bangsa-bangsa, membawa keselamtan sampai ujung bumi. Menjadi hamba Tuhan berarti bersedia dipakai untuk sesuatu yang melampui kepentingan pribadi. Hidup bukan hanya tentang diselamatkan tapi juga menjadi alat keselamatan Allah.

Di dunia modern saat ini, hal yang lumrah jika orang fokus pada keselamatan diri sendiri. Lalu berdampak ketidakpedulian pada lingkungan sekitar. Sebagai orang beriman, Tuhan memanggil kita untuk lebih peka melampui kepekaan diri sendiri. Lebih peduli pada keluarga, sesama yang menderita, hadir memberikan pengharapan di tengah dunia yang murung. Mungkin kita merasa kecil, tidak punya banyak kemampuan, namun justru di situlah anugerah Tuhan dinyatakan. Tuhan memperlengkapi dan memampukan kita untuk menerangi kegelapan di sekitar kita. Mari berani melangkah lebih jauh, dimulai dari “satu nada” namun akan terus bertumbuh “tiga sampai tujuh nada” kebaikan dan akhirnya kehadiran kita menjadi berkat. Amin

 

 

DOA SYAFAAT

·         Mendoakan mereka yang sakit dan keluarga yang merawat

·         Peperangan bangsa-bangsa supaya terjadi perdamaian dan tidak jatuh korban manusia lagi

·         Gereja yang memahami lingkungannya dan menjadi terang
 


NYANYIAN PENUTUP
KJ 424 – YESUS MENGINGINKAN DAKU
Syair: Jesus Wants Me for a Sunbeam, Nettie Talbot,
Terjemahan: Yamuger, 1982,
Lagu: Edwin Othello Excell (1851 – 1921)
 
Yesus menginginkan daku
bersinar bagiNya,
di mana pun ‘ku berada,
‘ku mengenangkanNya.
Refrein:
Bersinar, bersinar;
itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar,
aku bersinar terus.
 
Yesus menginginkan daku
menolong orang lain,
manis dan sopan selalu,
ketika ‘ku bermain. Refrein:
 

TATA IBADAH HARIAN

Jumat, 27 Maret 2026

 

 

Pujian Pembukaan

NKB 14 : 1 – 2 – JADILAH, TUHAN, KEHENDAK-MU!

 

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

Kaulah Penjunan, ku tanahnya.

Bentuklah aku sesuka-Mu,

‘kan kunantikan dan berserah.

 

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

Tiliklah aku dan ujilah.

Sucikan hati, pikiranku

dan di depan-Mu ‘ku menyembah.

 

 

Pembacaan Mazmur

Salah Seorang Anggota Persekutuan membacakan Mazmur 31:7-17

 

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

 

Pembacaan dan perenungan Firman

 

·       Ayub 13:13-19 

·       Filipi 1:21-30

 

 

Tuhan Asal dan Tujuan Hidup Umat

 

 

Hanya kepada Tuhan sajalah manusia bisa datang, meratap dan memohon. Karena tak seorang pun benar di hadapan Tuhan.

 

Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! (Mazmur 31:15-17 (TB))

 

Tuhanlah sumber kehidupan dan kebenaran. Karena itu ketika Ayub menderita, dan teman-temannya mengungkapkan berbagai sudut pandangnya tentang penderitaan Ayub, ia berkata;

 

Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela perilakuku di hadapan-Nya. Itulah yang menyelamatkan aku; tetapi orang fasik tidak akan menghadap kepada-Nya. (Ayub 13:15-16 (TB))

 

Datang kepada Tuhan. Itulah yang juga orang beriman lakukan. Karena dalam iman setiap orang yang percaya kepada Tuhan tahu; Tuhan pasti berbelaskasihan.

Karena itu dalam berbagai tantangan kehidupan; dipenjara, namanya disalahgunakan, difitnah oleh teman sendiri (Fil  1:12-20), dan sakit yang harus ia tahan, Paulus berkata:

 

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. (Filipi 1:21-24 (TB))

 

Hidupnya hanya untuk Kristus, kematiannya memuliakan Kristus, dan ia bertemu muka dengan muka dengan Tuhan.

Karena itu ia tidak memilih, karena semua adalah baik.

Tidakkah setiap orang beriman percaya seperti Paulus? Percaya dan mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, dan hidup memuliakan Dia selalu karena percaya segala sesuatu oleh, dan untuk Kristus.

 

 

SAAT HENING

 

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

·       Legislatif (anggota dewan dari pusat sampai daerah) yang memikirkan kesejahteraan seluruh rakyat.

·       Kesehatan keluarga

·       (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)

·       Penutup

 

 

Pujian Penutup

NKB 14 : 3 – 4 – JADILAH, TUHAN, KEHENDAK-MU!

 

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

Tolong, ya Tuhan, ‘ku yang lemah!

S’gala kuasa di tangan-Mu;

jamahlah aku, sembuhkanlah!

 

Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!

S’luruh hidupku kuasailah.

Berilah Roh-Mu kepadaku,

agar t’rang Kristus pun nyatalah.

 


Menyeru - Menyerah - Menang

Sabtu, 28 Maret 2026

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

NKB. 128 - ‘Ku Berserah Kepada Allahku

 

‘Ku berserah kepada Allahku
di darat pun di laut menderu.
Tiap detik tak berhenti,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.

 

Reff

‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku

 

Mawar di taman dihiasiNya,
elang di langit pun dipimpinNya.
Dia tentu besertaku,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 31 : 9 - 16

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

 

PEMBACAAN ALKITAB 

Rat. 3: 55-66, Mrk. 10: 32-34

 

RENUNGAN

“MENYERU – MENYERAH – MENANG”

Saudara-saudara terkasih,

Ada masa dalam hidup ketika tekanan datang bertubi-tubi. Tuduhan, ketakutan, ancaman, bahkan rasa ditinggalkan. Kita merasa sendirian. Hati terasa sesak. Masa depan tampak gelap.

Mazmur 31 adalah doa orang yang terhimpit.
Ratapan 3 adalah seruan dari tengah kehancuran Yerusalem.
Markus 10 mencatat Yesus yang berjalan menuju Yerusalem—menuju penderitaan yang sudah Ia ketahui sebelumnya.

Ketiga bacaan ini mengajarkan bahwa iman sejati tidak menghindari penderitaan, tetapi menghadapinya dengan doa dan penyerahan.

Hari ini kita merenungkan tiga kata: MENYERU – MENYERAH – MENANG

 

1.       MENYERU

Mazmur 31:10 berkata:
“Kasihanilah aku, ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; mataku merana karena sengsara…”

Pemazmur tidak menyembunyikan air matanya. Ia berseru dengan jujur. Ia mengakui ketakutannya. Namun seruan itu diarahkan kepada Tuhan.

Ratapan 3:55 berkata: “Aku menyeru nama-Mu, ya TUHAN, dari dasar liang yang dalam.”

Seruan dari kedalaman bukan tanda kelemahan iman. Justru itu tanda bahwa kita tahu kepada siapa harus berseru. Dalam Markus 10, Yesus berjalan di depan murid-murid menuju Yerusalem. Ia tahu penderitaan menanti-Nya, namun Ia tidak lari. Ia tidak berseru dalam kepanikan, tetapi berjalan dengan kesadaran penuh akan rencana Bapa.

Iman dimulai dengan keberanian untuk berseru kepada Tuhan. Seruan yang tulus membuka ruang bagi pertolongan-Nya.

 

2.       MENYERAH

Mazmur 31:16 berkata: “Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.”

Ini bukan penyerahan karena putus asa, tetapi karena percaya. Menyerahkan hidup kepada Tuhan berarti mempercayakan masa depan kepada-Nya.

Ratapan 3 memperlihatkan bahwa di tengah penderitaan, pengharapan tetap ada karena Tuhan mendengar dan mendekat. Yesus dalam Markus 10:33–34 dengan jelas menyatakan bahwa Ia akan diserahkan, dihina, dibunuh, dan bangkit. Ia tidak melawan kehendak Bapa. Ia menyerahkan diri-Nya.

Menyerah kepada Tuhan bukan kalah; itu bentuk iman tertinggi. Penyerahan adalah jembatan antara penderitaan dan kemenangan.

 

3.       MENANG

Mazmur 31 ditutup dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah perlindungan dan benteng yang kokoh.
Ratapan 3, meskipun penuh keluh kesah, tetap menyimpan keyakinan bahwa Tuhan tidak menolak doa umat-Nya.

Dan Markus 10 tidak berhenti pada kematian. Yesus berkata: “Pada hari ketiga Ia akan bangkit.”

Kemenangan Kristus tidak menghapus salib, tetapi melampaui salib.

Kemenangan iman bukan bebas dari masalah, tetapi setia di tengah masalah. Kemenangan sejati lahir dari hati yang percaya dan berserah.

 

MENYERU dalam doa ketika tekanan datang. Jangan pendam beban sendirian. Datanglah kepada Tuhan dengan jujur. MENYERAHKAN hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
Percayakan relasi, pelayanan, keluarga, dan masa depan ke dalam tangan-Nya. Percaya bahwa bersama Kristus kita MENANG.
Sekalipun jalannya melalui penderitaan, kebangkitan tetap menjadi akhir cerita.

 

Kebenaran firman Tuhan hari ini menegaskan:

Mazmur 31 mengajarkan kita untuk berseru.
Ratapan 3 menunjukkan bahwa Tuhan mendengar dari kedalaman.
Markus 10 memperlihatkan Yesus yang berjalan menuju salib dengan penuh kesadaran dan keberanian.


Mungkin hari ini kita sedang berada di lembah tekanan. Tetapi jangan berhenti pada kesesakan. Berserulah. Berserahlah. Dan percayalah—bersama Kristus, kita akan menang.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang berbagi bercerita.

 

NYANYIAN PENUTUP

NKB. 128 - ‘Ku Berserah Kepada Allahku

 

Kepada Tuhan aku berserah,
di gua singa , saat disesah.
Dalam erang atau senang,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.

 

Reff

‘Ku tahu benar ‘ku dipegang erat,
di gunung tinggi dan samudera;
di taufan g’lap ‘ku didekap.
Bapa sorgawi t’rus menjagaku

 

Meski berjalan di lembah gelap,
Gembala baik membimbingku tetap.
‘Ku dihentar dan tak gentar,
Bapa sorgawi t’rus menjagaku.

 

TATA IBADAH HARIAN Jumat, 03 April 2026     Pujian P e mbukaan KJ. 34 : 1 + 2 – DI SALIB YESUS DI KALVARI   Di salib Yesus di ...