Kamis, 23 Maret 2023
SAAT TEDUH
DOA PEMBUKA
BACAAN ALKITAB Wahyu 10
RENUNGAN
Suatu kali, seorang ibu sedang memperkenalkan berbagai macam rasa makanan kepada anaknya yang baru belajar makan. Buah-buahan menjadi cara menarik untuk mengajarkan hal tersebut. Selain karena warnanya yang beraneka ragam, rasa dari masing-masing buah pun unik. Sang ibu berharap anaknya bisa merasakan kenikmatan dan belajar tentang rasa dari buah yang diberikan kepadanya.
Ketika si anak bayi ini diberikan buah jeruk, si ibu tidak sabar untuk melihat reaksinya. Jeruk bisa memberi rasa asam atau juga rasa manis. Ketika dapat merasakan jeruk yang manis, anak ini tersenyum girang. Ketika dapat jeruk yang asam, anak ini membuat ekspresi kaget dan menolak buah tersebut. Mukanya seakan diremas dan tampaknya dia terkejut dengan rasa asam itu.
Seperti itulah juga kita merespons apa yang kita terima dalam pembacaan Alkitab ataupun perenungan Firman Tuhan. Ketika mendapat bagian ayat-ayat yang manis, yang menyenangkan hati kita, kita akan menyambutnya dengan gembira dan senyuman. Sebaliknya, ada kecenderungan untuk menghindari bagian-bagian Alkitab yang isinya tentang kecaman, sindirian, dan juga peringatan. Itu tidak menyenangkan bagi sebagian dari kita.
Menarik untuk diperhatikan bahwa apa yang dialami oleh Yohanes melalui kitab Wahyu ini justru mengatakan, "... engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja (ay. 11)." Membicarakan Firman Tuhan tidak selalu tentang hal-hal yang menyenangkan saja. Kita juga perlu menyadari bahwa manfaat dari membaca Alkitab juga adalah "... untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakukan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3: 16)."
Sebagai umat Tuhan, kita diajak untuk menerima dua sisi ini secara baik: manis maupun asam, bahkan pahit. Firman Tuhan memang tidak selalu nyaman bagi kita, terlebih ketika memang kita melakukan pelanggaran terhadap Tuhan dan perintah-Nya. Baiklah kita dengan kerendahan hati mau dibentuk sesuai kehendak Tuhan, menerima yang manis ataupun asam hingga pahit dalam proses pembentukan kita menjadi pribadi yang menyenangkan hati Tuhan. Amin.
DOA SYAFAAT
- Berdoa bagi ketahanan bangsa-bangsa miskin dan berkembang atas krisis ekonomi global.
- Berdoa agar setiap orang Kristen terus berupaya menjadi pelaku Firman Tuhan yang taat dan setia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar