Tataibadah harian
Sabtu –
10 September 2022
Bacaan:
Yohanes 10.11-21
Saat teduh
Bisa diiringi
instrumen
Nyanyian Umat
“Tuhan Adalah Gembalaku”
Tuhan adalah Gembalaku
Takkan kekurangan aku
Ia membaringkan aku
Di padang yang berumput hijau
Ia membimbingku ke air yang tenang
Ia menyegarkan jiwaku
Ia menuntunku ke jalan yang benar
oleh kar’na nama-Nya
sekalipun aku berjalan
dalam lembah kekelaman
Doa Pembuka - Dipimpin seorang anggota keluarga
Pembacaan Mazmur 51.1-10
Seorang anggota
keluarga membacakannya
Renungan
o
Doa persiapan
o
Pembacaan Alkitab: Yohanes 10.11-21
G.e.m.b.a.l.a
Yesuslah Gembala yang baik.
Penulis Injil meyakini Yesus merupakan Gembala yang
memberikan nyawanya bagi domba-dombanya, artinya Yesus memiliki kesediaan
berkorban demi kebaikan orang-orang yang dikasihi-Nya.
Ini merupakan karakter istimewa yang hanya dimiliki Yesus,
sebab jika memperbandingkan-Nya dengan gembala-gembala lain, jelas tidak ada
kesetaraan yang dapat kita temukan di dalamnya. Tak mengherankan jika pemazmur
menulis, “Lebih baik berlindung pada TUHAN daripada percaya kepada manusia”
(118.8)
Hal ini menunjukkan pesan bahwa kita hanya bisa mengandalkan
Dia dalam hidup. Keberadaan Tuhan memberi kekuatan bagi kita dalam bencana. Pemeliharaan
Tuhan menyemangati kita tetap hidup dan berkarya di dalam kesusahan. Penghiburan
Tuhan mendorong kita bertahan di tengah penderitaan.
Tidak ada – benar, tidak ada – sosok lain yang sanggup dan
mau menjalankan fungsi gembala seperti yang dilakukan Yesus. Kepada-Nya
dibebankan tugas yang tidak ringan. Sekalipun berat, Dia memikul beban itu
dengan rela dan legawa. Tanpa merasa terpaksa, sebab yang dilakukan-Nya berangkat
dari ketulusan hati yang penuh kasih.
Seluruh perkara yang dialami umat siap dibantu oleh Sang
Gembala. Sudahkah kita mencurahkan isi hati kita dan mengandalkan suara-Nya,
yang mengarahkan kita bersikap benar di tengah kehidupan yang membinasakan ini?
Pokok doa
Tetap
semangat! Itu yang kita butuhkan setiap hari, supaya bisa menularkan kebaikan
Tuhan yang kita terima sepanjang hidup kita.
Dipimpin oleh seorang anggota keluarga, atau bergantian
Nyanyian Umat
KJ 415 – Gembala Baik Bersuling Nan
Merdu
Kepada domba haus dan lesu,
Gembala baik memb’rikan air
segar ;
ke dalam hati haus dan sendu
dib’riNya air hidup yang benar
O,
Gembalaku itu Tuhanku,
membuat
aku tent’ram hening.
Mengalir
dalam sungai kasihku,
kuasa
damai cerlang hening.
Di jalan maut kelam sekalipun
ku tidak takut pada seteru,
sebab Gembaa adalah Teman
dan Jurus’lamat bagi diriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar