Selasa, 30 Desember 2025 – TIDAK TAWAR HATI
NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 244 – SEJENAK AKU MENOLEH
Syair dan lagu: Pontas Purba, 1991
Sejenak aku menoleh
pada jalan yang t’lah kutempuh.
Kasih Tuhan kuperoleh,
membuatku tertegun.
Jalan itu penuh liku,
kadang-kadang tanpa t’rang.
Tapi Tuhan membimbingku
hingga aku tercengang.
Kasih Tuhan membimbingku
dan hatiku pun tenang.
Bukan kar’na aku baik
dipegangNya tanganku erat.
Bukan pula orang laik,
hingga aku didekap.
O, betapa aku heran,
dilimpahkan yang terbaik.
Dengan apa kunyatakan
kasih Tuhan yang ajaib?
Kulakukan, kusebarkan
kasih Tuhan yang ajaib.
DOA PEMBUKA
BACAAN
ALKITAB
2 KORINTUS 4:16-18
RENUNGAN
Tawar hati adalah sebuah kondisi emosional saat
seseorang kehilangan semangat, gairah, motivasi atau harapan. Hal itu bisa
terjadi karena kekecewaan, kelelahan, kegagalan atau beban hidup yang terasa
berat. Tawar hati bisa menjadi ancaman bagi siapapun. Seseorang bisa tawar hati
dalam pekerjaannya, karena merasa usaha dan kerja kerasnya selama ini tidak
dihargai oleh rekan kerjanya. Seorang anak bisa tawar hati karena merasa orang
tuanya tidak lagi mendampingi dan memperhatikannya. Seorang lanjut usia bisa
tawar hati karena kelemahan tubuh dan pengobatan yang tak kunjung selesai. Seorang
pelayan mengalami tawar hati karena selalu berjumpa dengan keadaan dan orang
yang sulit.
Kata Paulus “Sebab itu kami tidak tawar hati…”.
Kalimat ini menjadi bagian di mana Paulus memberikan pastoral yang menguatkan
kepada jemaat di Korintus. Paulus menggambarkan dirinya mengalami kelemahan
fisik, harus mengalami kesulitan seperti dipenjara, menderita didera oleh
karena pemberitaan Injil. Namun Paulus melihat secara iman bahwa hidupnya
selalu diperbaharui dan dikuatkan oleh Allah. Di saat-saat lemah, Paulus
merasakan kekuatan dari Allah. Di sisi lain Paulus memandang pendetaan yang
dialami di dunia tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang kelak akan diterima
di kehidupan selanjutnya. Bagi Paulus apa yang kelihatan adalah sementara,
sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal. Yang tidak kelihatan ini adalah
ketaatan untuk terus beriman kepada Allah. Dampaknya tidak menjadi tawar hati –
masih memiliki sukacita meski keadaan tidak ideal, masih dikuatkan oleh iman,
masih bisa bersyukur meski keadaan tidak pasti.
Tahun 2025 tinggal 2 hari lagi. Mari kita menengok kembali
perjalanan hidup kita di waktu yang lalu. Mungkin banyak peristiwa dan
pengalaman yang bisa menjatuhkan asa, namun kita bersyukur masih berdiri hingga
saat ini. Kita merasa ada keadaan yang tidak sempurna, namun kita masih terus
memilih untuk percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu, kita kelak akan memasuki
tahun 2026 dengan tidak tawar hati, namun semangat, gairah dan tujuan hidup
yang selalu dibakar oleh kasih Allah. Masih dan akan terus berpengharapan.
Amin.
DOA SYAFAAT
·
Gereja yang peduli dan menyatu dengan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar