TATA IBADAH HARIAN

Jumat, 02 Januari 2026

 

 

Pujian Pembukaan

KJ 370 : 1 – 2 – ‘KU MAU BERJALAN DENGAN JURUSELAMATKU

 

‘Ku mau berjalan dengan Juruselamatku

di lembah berbunga dan berair sejuk.

Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya

sampai aku tiba di neg’ri baka.

 

Refrein :

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;

‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;

Ya, ke mana juga ‘ku mengikut-Nya!

 

‘Ku mau berjalan dengan Juruselamatku

di lembah gelap, di badai yang menderu.

Aku takkan takut di bahaya apa pun,

bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.

 

 

PEMBACAAN Mazmur

Salah Seorang anggota persekutuan membacakan Mazmur 20

 

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

 

Pembacaan dan perenungan Firman

 

·       Kejadian 12:1-7 

·       Ibrani 11:1-12

 

Melangkah dengan Iman

 

Memasuki hal yang baru tentu penuh tanda tanya; apa yang akan terjadi? 

Sebagai orang beriman, penulis kitab Ibrani mengingatkan; sebagai orang beriman mempunyai Tuhan yang dipercaya.

 

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. (Ibrani 11:1-2 (TB))

 

Tuhan, sang pencipta langit dan bumi menuntun setiap orang percaya dengan iman.

Itulah juga yang dialami oleh Abram. Dengan janji berkat yang Tuhan berikan kepadanya (Kej. 12:1-3), Abram mengikut perintah Tuhan.

 

Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. (Kejadian 12:4-7 (TB)) 

 

Itulah yang dilakukan oleh Abram. Dia melangkah dengan iman percaya-Nya kepada Tuhan.

Karena itulah pemazmur mengagungkan Tuhan dalam hidup mereka.

 

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. (Mazmur 8:4-6))

 

Tuhan yang mahakuasa menuntun langkah setiap orang. Karena itu orang beriman melangkah dengan tegap bukan karena kemampuan, kepintaran mereka. Semua karena Tuhan maka orang beriman melangkah dengan iman.

 

 

SAAT HENING

 

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

·       Legislatif (anggota dewan dari pusat sampai daerah) yang memikirkan kesejahteraan seluruh rakyat.

·       Kesehatan keluarga

·       (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)

·       Penutup

 

 

Pujian Penutup

KJ 370 : 3 – ‘KU MAU BERJALAN DENGAN JURUSELAMATKU

 

Bersama Jurus’lamat hatiku teguh

di lembah dan bukit yang perlu kutempuh.

Tuhanku membimbing aku pada jalan-Nya

yang menuju rumah Allah yang baka.

 

Refrein :

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;

‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.

Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;

Ya, ke mana juga ‘ku mengikut-Nya!

TIDAK TAWAR HATI - Selasa, 30 Desember 2025

Selasa, 30 Desember 2025 – TIDAK TAWAR HATI

 

NYANYIAN PEMBUKA
PKJ 244 – SEJENAK AKU MENOLEH
Syair dan lagu: Pontas Purba, 1991
 
Sejenak aku menoleh
pada jalan yang t’lah kutempuh.
Kasih Tuhan kuperoleh,
membuatku tertegun.
Jalan itu penuh liku,
kadang-kadang tanpa t’rang.
Tapi Tuhan membimbingku
hingga aku tercengang.
Kasih Tuhan membimbingku
dan hatiku pun tenang.
 
Bukan kar’na aku baik
dipegangNya tanganku erat.
Bukan pula orang laik,
hingga aku didekap.
O, betapa aku heran,
dilimpahkan yang terbaik.
Dengan apa kunyatakan
kasih Tuhan yang ajaib?
Kulakukan, kusebarkan
kasih Tuhan yang ajaib.

 

DOA PEMBUKA

BACAAN ALKITAB      

2 KORINTUS 4:16-18

 

RENUNGAN

Tawar hati adalah sebuah kondisi emosional saat seseorang kehilangan semangat, gairah, motivasi atau harapan. Hal itu bisa terjadi karena kekecewaan, kelelahan, kegagalan atau beban hidup yang terasa berat. Tawar hati bisa menjadi ancaman bagi siapapun. Seseorang bisa tawar hati dalam pekerjaannya, karena merasa usaha dan kerja kerasnya selama ini tidak dihargai oleh rekan kerjanya. Seorang anak bisa tawar hati karena merasa orang tuanya tidak lagi mendampingi dan memperhatikannya. Seorang lanjut usia bisa tawar hati karena kelemahan tubuh dan pengobatan yang tak kunjung selesai. Seorang pelayan mengalami tawar hati karena selalu berjumpa dengan keadaan dan orang yang sulit.

Kata Paulus “Sebab itu kami tidak tawar hati…”. Kalimat ini menjadi bagian di mana Paulus memberikan pastoral yang menguatkan kepada jemaat di Korintus. Paulus menggambarkan dirinya mengalami kelemahan fisik, harus mengalami kesulitan seperti dipenjara, menderita didera oleh karena pemberitaan Injil. Namun Paulus melihat secara iman bahwa hidupnya selalu diperbaharui dan dikuatkan oleh Allah. Di saat-saat lemah, Paulus merasakan kekuatan dari Allah. Di sisi lain Paulus memandang pendetaan yang dialami di dunia tidak sebanding dengan kemuliaan kekal yang kelak akan diterima di kehidupan selanjutnya. Bagi Paulus apa yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal. Yang tidak kelihatan ini adalah ketaatan untuk terus beriman kepada Allah. Dampaknya tidak menjadi tawar hati – masih memiliki sukacita meski keadaan tidak ideal, masih dikuatkan oleh iman, masih bisa bersyukur meski keadaan tidak pasti.

Tahun 2025 tinggal 2 hari lagi. Mari kita menengok kembali perjalanan hidup kita di waktu yang lalu. Mungkin banyak peristiwa dan pengalaman yang bisa menjatuhkan asa, namun kita bersyukur masih berdiri hingga saat ini. Kita merasa ada keadaan yang tidak sempurna, namun kita masih terus memilih untuk percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu, kita kelak akan memasuki tahun 2026 dengan tidak tawar hati, namun semangat, gairah dan tujuan hidup yang selalu dibakar oleh kasih Allah. Masih dan akan terus berpengharapan. Amin.

 

 

DOA SYAFAAT

·         Gereja yang peduli dan menyatu dengan masyarakat.

 

NYANYIAN PENUTUP
KJ 413 – TUHAN, PIMPIN ANAKMU
Syair dan lagu: Lead Me, Saviour, Lest I Stray, Frank M. Davis (1839 – 1896),
Terjemahan: E. L. Pohan Shn.
 
Tuhan, pimpin anakMu,
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru,
bila Kau tetap dekat.
Refrein:
Tuhan, pimpin!
Arus hidup menderas;
agar jangan ‘ku sesat,
pegang tanganku erat.
 
Hanya Dikau sajalah
Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan,
Kau harapanku penuh.
Sampai akhir hidupku,
Tuhan, pimpin ‘ku terus.
K’lak kupuji, kusembah
Kau Tuhanku Penebus.

 

Masih Dinginkah?

 (Senin, 29 Desember 2025)

 

Saat Teduh

 

Nyanyian Pembuka 

 

Dunia Kedinginan

(KJ 121: 1-2)

 

Dunia kedinginan, kaku membeku:

Damai yang sejati tiada bertemu.

Wabah kekerasan, siksa tirani

Sampai masa kini tidak berhenti.


Tapi Firman Allah tak terbelenggu:

Kasih mencairkan hati yang beku.

Dalam dunia dingin kandang cukuplah

Untuk mengenali Khalik semesta.


Pembacaan Mazmur 20

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)


Doa Pembuka dan Firman

(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)


Pembacaan Alkitab

Perjanjian Lama   : Yeremia 31: 15-22

Perjanjian Baru    : Lukas 19: 41-44


Renungan 

    Pernahkah Anda merasakan sebuah relasi yang hambar atau dingin? Mengalami relasi yang hambar atau dingin bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Sebab, relasi seperti ini membuat kita menjadi serba salah. Kita hadir, tapi tidak dianggap ada. Kita pergi, dianggap tidak peduli. Biasanya relasi seperti ini terjadi karena berbagai macam alasan, diantaranya karena sudah tidak ada lagi kecocokan namun tetap dipaksakan atau karena adanya kesalahpahaman yang tidak terselesaikan dengan baik, sehingga ada saling curiga atau karena satu dengan yang lain sudah tidak lagi memiliki kepedulian. 

    Hal itulah yang kadang terjadi dalam relasi antara umat dengan Allah. Bacaan kita dalam kitab Yeremia 31: 15-22 menggambarkan bagaimana dinginnya relasi antara umat dengan Tuhan. Kehambaran ini dipicu oleh kelakuan umat yang tidak setia kepada Tuhan. Mereka yang selama ini telah dikasihi Tuhan, justru menunjukkan hidup yang tidak sesuai dengan harapan Tuhan. Mereka berpaling dari Tuhan dan lebih percaya kepada kekuatan-kekuatan lain. Tindakan ini memicu timbulnya kemarahan Tuhan atas umat-Nya. Tuhan bertindak tegas dengan menghukum umat-Nya agar mereka menyadari kesalahan mereka dan berbalik kepada Tuhan dalam kesetiaan. 

    Pada bagian yang kita baca hari ini digambarkan bagaimana Tuhan berusaha membangun kembali kehangatan hubungan dengan umat-Nya. uhan telah mendengar apa yang menjadi ratapan umat-Nya. Di tengah ratap dan kesedihan itu, Tuhan datang membawa penghiburan bagi umat-Nya. Ia berusaha untuk membangkitkan semangat mereka, sebab masih ada hari depan yang penuh harapan yang akan mereka alami. Tuhan melakukan itu semua karena kasih-Nya kepada umat kepunyaan-Nya. Yeremia 31: 20 mengatakan, "Anak kesayangankah gerangan Efraim bagi-Ku atau anak kesukaan? Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman TUHAN."

    Demikian jugalah yang dapat kita lihat dalam diri Kristus, sebagaimana yang dicatat dalam Lukas 19: 41-44. Terhadap Yerusalem yang selalu bersikap cuek dan tidak peduli dengan-Nya, Kristus tetap menaruh kasih yang besar kepadanya. Tangisan-Nya ketika melihat Yerusalem yang merupakan kota tempat di mana umat Allah tinggal menjadi bukti besarnya cinta Kristus kepada umat yang dikasihi-Nya. Ia tahu apa yang selama ini telah ditunjukkan oleh umat yang dikasihi-Nya. Mereka begitu dingin, tidak peduli, dan bahkan berulang kali menolak sapaan cinta-Nya. Namun, sekalipun demikian, Ia tetap mengasihi mereka. Ia tetap berharap mereka berubah dan menyadari kesalahan mereka. Tangisan-Nya menjadi simbol kesedihan dan sekaligus kerinduan yang besar yang ada pada diri-Nya terhadap umat yang dikasihi-Nya itu. Ia ingin umat-Nya menjadi umat yang mau menyambut tawaran kehangatan yang dibawa-Nya, agar hubungan di antara Tuhan dengan umat-Nya dipulihkan.

    Allah yang seperti inilah yang sekarang kita percaya dalam kehidupan kita. Allah yang rindu untuk membangun relasi yang hangat dengan umat-Nya. Untuk menyambut kerinduan ini, sebagai umat kita diajak untuk tidak mengeraskan hati kita seperti Yerusalem. Ia telah datang ke dalam dunia, agar hubungan kita dengan-Nya dapat semakin dekat. Natal yang kita rayakan beberapa hari terakhir ini mengingatkan kepada kita bahwa Kristus datang untuk kita. Oleh karena itu, marilah kita menyambut kedatangan-Nya dengan sikap hati yang terbuka terhadap-Nya, supaya relasi antara kita dengan Dia benar-benar dipulihkan menjadi relasi yang hangat, bukan dingin. Tuhan memberkati. Amin.  


Doa Syafaat dan Penutup

Berdoalah agar masyarakat memiliki kesediaan untuk menjaga dan merawat lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya.


Nyanyian Penutup

 

Anak Yang Dijanji

(KJ 122: 1-2)

 

Anak yang dijanji, Anak yang ditunggu,

lahir di Bethlehem. NamaNya Yesus, 

namaNya Yesus. Mari menyembagNya.

Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.

Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.


Raja yang perkasa, yang membawa damai,

datang di dunia. NamaNya Yesus,

namaNya Yesus. Mari menyembahNya.

Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.

Imanuel, Imanuel, Allah menyertai kita.

Memuliakan Allah dalam Terang Hikmat dan Hidup Baru

Sabtu, 27 Desember 2025

SAAT TEDUH

 

PUJIAN PEMBUKA

NKB. 3 _ Terpujilah Allah

 

Terpujilah Allah, hikmatNya besar,
begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar,
sehingga dib’rilah PutraNya Kudus
mengangkat manusia serta menebus.

 

Reff

Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar,
bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya,
b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

 

Dan darah AnakNyalah yang menebus
mereka yang yakin ‘kan janji kudus;
dosanya betapapun juga keji,
dihapus olehNya, dibasuh bersih.

 

PEMBACAAN KITAB MAZMUR 148

(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)

 

DOA PEMBUKA DAN FIRMAN

PEMBACAAN ALKITAB 
Ams. 8: 22-31 & 1 Yoh. 5: 1-12 

RENUNGAN

“Memuliakan Allah Dalam Terang Hikmat dan Hidup Baru”

 

Hidup manusia sering kali dipenuhi hiruk-pikuk persoalan, ambisi, dan pencarian jati diri. Dalam rutinitas itu, kita mudah lupa bahwa hidup ini bukan hanya tentang kita—melainkan tentang Allah yang menciptakan, memelihara, dan memberi hidup baru.

Tiga bacaan hari ini membawa kita pada satu undangan besar: Mengakui Allah sebagai sumber penciptaan, hikmat, dan hidup yang kekal.

Mazmur 148 mengajak seluruh ciptaan memuji Tuhan; Amsal 8 memperkenalkan Hikmat yang hadir sejak awal penciptaan; 1 Yohanes 5 menunjuk kepada Kristus sebagai sumber hidup sejati.
Ketiganya mengingatkan: kita hidup untuk memuliakan Allah dan mengalami hidup yang berasal dari-Nya.

 

Mazmur 148 — Seluruh Ciptaan Memuliakan Tuhan

Pemazmur memanggil segala sesuatu—matahari, bulan, bintang, hujan, gunung, binatang, raja-raja, laki-laki, perempuan, orang tua, anak-anak—untuk memuji Tuhan.

Kenapa? Karena Tuhan menciptakan semuanya (ay. 5). Karena firman-Nya kekal dan mengatur seluruh ciptaan (ay. 6). Karena Ia meninggikan umat-Nya (ay. 14).

Mazmur ini mengingatkan kita bahwa memuji Tuhan bukan hanya tugas manusia, tetapi identitas seluruh ciptaan. Jika alam semesta saja memuji, betapa lebih lagi manusia yang menerima nafas hidup dan anugerah keselamatan.

 

Amsal 8:22–31 — Hikmat yang Menyertai Penciptaan

Amsal memperkenalkan sosok “Hikmat”—bukan sekadar konsep, tetapi digambarkan sebagai pribadi yang hadir bersama Tuhan sejak awal.

Hikmat berkata:

“Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya.”

“Kusejahtera di samping-Nya”

“Aku bersukacita di bumi-Nya dan suka kepada anak-anak manusia.”

Amsal 8 menegaskan bahwa dunia tidak tercipta secara acak, melainkan melalui Hikmat Allah. Hikmat ini mengatur harmoni, keindahan, dan tatanan kehidupan.

Dalam terang Perjanjian Baru, gereja melihat bahwa Hikmat ini menunjuk kepada Kristus, Firman Allah yang kekal (Yoh. 1). Artinya, hidup sejati hanya bisa ditemukan ketika kita berjalan di dalam Kristus, Hikmat Allah yang sempurna.

 

1 Yohanes 5:1–12 — Kehidupan Sejati Ada di Dalam Anak

Jika Mazmur menunjukkan Allah sebagai Pencipta, dan Amsal menunjukkan Kristus sebagai Hikmat sejak awal, maka 1 Yohanes menegaskan bagaimana kita mengalami hidup yang berasal dari Allah itu.

Yohanes menulis: Barangsiapa percaya kepada Yesus adalah lahir dari Allah (ay. 1). Kasih kepada Allah tampak dalam ketaatan (ay. 3). Iman kepada Kristus mengalahkan dunia (ay. 4–5). Allah memberikan kesaksian bahwa hidup kekal ada di dalam Anak-Nya (ay. 11–12).

Puncak dari karya penciptaan dan hikmat Allah adalah memberi manusia hidup baru melalui Kristus.
Maka, orang yang memiliki Anak, memiliki hidup; yang tidak memiliki Anak, tidak memiliki hidup.

Inilah inti kekristenan: Hidup sejati adalah hidup yang dipenuhi dan dipimpin oleh Kristus.

 

Saudara-saudara, dari ketiga bacaan hari ini kita belajar bahwa: Kita diciptakan untuk memuliakan Allah (Mazmur 148). Hidup kita harus dibangun di atas Hikmat Allah—yaitu Kristus sendiri (Amsal 8).

Dan hanya dalam Kristus kita menerima hidup yang sungguh-sungguh berarti dan kekal (1 Yohanes 5).

Karena itu, biarlah hidup kita bukan hanya dipenuhi rutinitas, tetapi dipenuhi penyembahan dan syukur.
Bukan hanya keputusan manusiawi, tetapi hikmat dari Tuhan.
Bukan hanya hidup sementara, tetapi hidup kekal yang lahir dari iman kepada Kristus.

 

Kiranya kita menjadi umat yang memuliakan Tuhan, hidup dalam hikmat, dan memegang teguh hidup baru yang dianugerahkan Allah melalui Putra-Nya.

 

DOA SYAFAAT DAN PENUTUP
Keluarga yang rajin bersekutu dan berdoa. 

 

NYANYIAN PENUTUP

NKB. 3 _ Terpujilah Allah

 

Tiada terukur besar hikmatNya;
penuhlah hatiku sebab AnakNya.
Dan amatlah k’lak hati kita senang,
melihat Sang Kristus di sorga cerlang.

 

Reff

Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar,
bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya,
b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

TATA IBADAH HARIAN

Jumat, 26 Desember 2025

 

 

Pujian Pembukaan

KJ. 51 : 1 – 2 – KITAB SUCI, HARTAKU

 

Kitab Suci, hartaku, tak ternilai hargamu;

olehmu terungkaplah siapa ‘ku sesungguhnya.

 

Alkitab membimbingku pada Jurus’lamatku

dan membuatku sedar bila aku tak benar.

 

 

PEMBACAAN Mazmur

Salah Seorang anggota persekutuan membacakan Mazmur 148

 

 

Doa Pembukaan dan Perenungan Firman

Oleh Salah Seorang Anggota Persekutuan

 

 

Pembacaan dan perenungan Firman

 

·       Amsal 4:7-15

·       Kisah Para Rasul 7:59-8:8

 

Hikmat yang Menyelamatkan

 

Pemazmur mengajak semua memuji Tuhan; dari malaikat sampai seluruh binatang, semuanya diajak memuji Tuhan atas segala karya Tuhan bagi umat-Nya (Mzm. 148)

 

Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit. Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya! (Mazmur 148:13-14 (TB)) 

 

Tuhan itu patut dipuji dan dimuliakan karena kasih setia-Nya yang tak ada habisnya. Pelajaran hikmat ini diberikan oleh penulis kitab Amsal supaya orang percaya menjadi orang yang berhikmat dan berpengetahuan.

 

Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung. Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu. (Amsal 4:11-13 (TB))  

 

Menjadi orang yang percaya kepada Tuhan membutuhkan iman yang kuat. Karya kasih Allah yang memberi keselamatan kepada umat-Nya patut dipertahankan sampai akhir.

Apa yang terjadi kepada Stefanus, adalah contoh bagaimana perjuangan orang beriman (Kis. 7:59-60), dan sejak itu penganiayaan kepada orang beriman (orang saleh) mulai hebat, sampai mereka -kecuali para rasul- tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria (Kis. 8:1b), dan dengan itu, Injil Tuhan tersebar ke berbagai tempat, dan banyak orang percaya.

 

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. (Kisah Para Rasul 8:4-8 (TB))

 

Injil juga diterima di Samaria, daerah di luar kalangan orang Yahudi.

Tuhan memakai banyak cara untuk mewartakan Injil-Nya. Dengan hikmat yang dari Tuhan, orang beriman kepada-Nya.

 

 

SAAT HENING

 

Doa syafaat dan Penutup
Berdoa untuk :

·       Pemerintah dari pusat ke daerah yang memikirkan kehidupan rakyatnya.

·       Kesehatan keluarga

·       (Bisa ditambahkan sendiri oleh anggota keluarga)

·       Penutup

 

 

Pujian Penutup

KJ. 51 : 3 – 4 – KITAB SUCI, HARTAKU

 

‘Ku dihibur olehnya bila susah dan lelah

– dan diajar beriman, atas maut pun ‘ku menang.

 

Sukacita yang baka diungkapkan olehnya.

Kitab Suci, hartaku, tak ternilai hargamu.

 

TATA IBADAH HARIAN Jumat, 03 April 2026     Pujian P e mbukaan KJ. 34 : 1 + 2 – DI SALIB YESUS DI KALVARI   Di salib Yesus di ...