Selasa, 26 Agustus 2025 – MENGHADAPI MUSUH DAN FITNAH
NYANYIAN PEMBUKA
KJ 054:1,4 – TAK
KITA MENYERAHKAN
Syair: Wij
geben het niet over, P. J. Moeten,
Terjemahan:
I. S. Kijne (1899-1970),
Lagu:
Johann Michael Haydn (1737-1806)
Tak kita
menyerahkan kepada musuhnya
pelita yang
bersinar di dalam dunia.
Tak boleh
Firman Allah yang sungguh dan teguh,
Alkitab
yang mulia, diambil seteru.
Di hati
kami, Tuhan, Kautulis SabdaMu,
supaya kami
juga setia dan teguh.
Kendati
gunung goyah, binasa dunia,
kekallah
Firman Allah selama-lamanya.
DOA PEMBUKA
BACAAN
ALKITAB
MAZMUR 109:21-31
RENUNGAN
Musuh di zaman modern saat ini tidak
selalu membawa pedang. Kadang musuh membawa kata-kata, status, atau komentar
yang memfitnah dan menyakitkan. Cukup satu komentar pedas, screenshoot yang
disebar, nama baik dan harga diri seseorang bisa jatuh dalam sekejab. Semua
bisa terjadi karena persaingan bisnis, karier, konflik kepentingan bahkan
gesekan di tengah persekutuan dapat memicu permusuhan. Bagaimana jika karena
itu anda terluka dan emosi?
Mazmur 109 merupakan doa kejujuran yang
mengungkapkan emosi pemazmur kepada Allah. Ay. 21 : “Tetapi Engkau, ya
ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh
sebab kasih setia-Mu yang baik!” Artinya, pemazmur merasakan sakit
karena fitnah dan serangan musuh. Namun ia tidak membalas dengan kekerasan atau
cara yang jahat. Pemazmur datang kepada Allah, memohon supaya Tuhan sendiri
yang bertindak. Karena ia menyakini bahwa keselamatan bukan soal harga diri
yang dipulihkan oleh diri sendiri, namun tindakan Allah yang menyelamatkan dan
memulihkan. Ay. 28a “Biar mereka mengutuk, Engkau akan memberkati,..”
Pemazmur juga percaya ketika musuh mengutuk, Tuhan tetap akan memberkati.
Oleh karena itu kita dapat
merenngkan bagaimana pemazmur ketika menghadapi musuh dan fitnah justru tetap
mengandalkan Allah, bukan balas dendam. Ia juga percaya bahwa Allah berpihak
kepada yang lemah dan difitnah. Meskipun berat dan tidak mudah, dalam iman ada
harapan. Ketika tidak cukup memiliki kekuatan melawan hantaman fitnah, Tuhan berdiri
dipihak kita.
Fitnah bisa menjatuhkan, namun tidak
harus menghancurkan kita. Musuh bisa merugikan tapi mereka tidak bisa merampas
identitas kita dihadapan Tuhan. Maka ketika dunia menghakimi dengan fitnah,
tetaplah bersandar kepada Allah yang bertindak demi kasih setia-Nya. Tidak perlu
“membakar” media sosial atau melawan dengan cara yang sama. Izinkan Tuhan
memulihkan harga diri, bukan manusia. Jadikan pengalaman pahit sebagai sarana
mendewasa: belajar mengampuni karena mengampuni adalah kekuatan bukan
kelemahan. Amin.
DOA SYAFAAT
·
Hidup berserah Tuhan disetiap rasa sakit dan luka karena perlakuan orang
lain – supaya belajar menerima, berpulih dan mengampuni.
·
Gereja yang membantu masyarakat
dengan berbagai program pembedayaan masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar