(Senin, 23 September 2024)
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
SUNGGUH INDAH KABAR MULIA
(KJ 383: 1-2)
Sungguh indah kabar mulia; hai percayalah!
Yesus Kristus tak berubah s'lama-lamanya!
Darah-Nya tetap menghapus dosa dan cela.
Ia hibur yang berduka. Puji nama-Nya!
Refrein:
Baik kemarin, hari ini, s'lama-lamanya.
Yesus Kristus tak berubah, puji nama-Nya!
Puji nama-Nya, puji nama-Nya!
Yesus Kristus tak berubah, puji nama-Nya!
Ia cari yang berdosa, cari dikau pun.
Datanglah, rendah hati, s'rahkan dirimu!
Dulukala Ia sambut orang bercela;
kini dikau pun disambut, diampuni-Nya.
(kembali ke refrein)
Pembacaan Kitab Mazmur 139
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : 2 Raja-Raja 5: 1-14
Perjanjian Baru : Yakobus 4: 8-17
Renungan
Setiap orang terkadang menghadapi masalah kehidupan yang harus diselesaikannya. Cara seseorang menyelesaikan masalahnya akan memperlihatkan seperti apa sejatinya orang tersebut. Apakah dia orang yang tetap beriman kepada Tuhan atau orang yang cenderung mengandalkan kekuatan dirinya sendiri? Apakah dia orang yang jujur atau orang yang culas? Apakah dia orang yang tulus atau orang oportunis? Semua akan nampak dari bagaimana cara orang itu menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dalam kehidupan ini.
Hal itulah yang juga dapat kita lihat dalam diri Namaan, yang dikisahkan dalam kitab 2 Raja-raja 5: 1-14. Digambarkan di sana, Namaan adalah seorang panglima raja Aram. Dia adalah seorang yang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi oleh tuannya. Dia juga orang yang dipakai TUHAN untuk memberi kemenangan bagi orang Aram. Saat itu dia sedang menderita sakit kusta. Berkat seorang gadis Israel yang bekerja di rumahnya, ia mendapatkan informasi bahwa dia akan bisa mendapatkan kesembuhan jika dia menghadap seorang nabi yang tinggal di Samaria. Singkat cerita, Namaan pun mengikuti informasi yang disampaikan oleh gadis itu dan dia pregi ke Samaria dan berjumpa dengan Elisa, seorang abdi Allah. Dalam perjumpaan itu, Elisa menyuruh Namaan untuk mandi tujuh kali dalam sungai Yordan agar dirinya pulih dari penyakitnya. Di sinilah, Namaan sempat merasa ragu. Namun, pada akhirnya atas dorongan dari pengawai-pegawainya, Namaan mengikuti perintah sang abdi Allah dan dia mendapatkan kesembuhannya.
Dari kisah Namaan ini, kita melihat bagaimana cara dia dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di tengah kehidupannya. Sekalipun dia berasal dari bangsa yang tidak mengenal Allah, namun dia tetap mau terbuka untuk mendengar informasi dari pihak lain dan mempertimbangkan informasi itu untuk dia ikuti. Sekalipun sebelumnya dia sempat meragukan, namun dia belajar untuk mempercayai apa yang dikatakan oleh Elisa kepadanya. Namaan, tidak menggunakan pengertiannya sendiri, namun dia terbuka untuk mendengarkan nasihat dari orang-orang di sekitarnya, yang ternyata Tuhan pakai untuk menolongnya. Sekalipun dia seorang panglima, namun dia tidak menjadi tinggi hati dan merasa diri paling benar dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya. Namaan memperlihatkan kualitas hidupnya sebagai seorang yang tetap rendah hati, mau mendengar orang lain, dan bersedia untuk mengikuti tuntunan yang diberikan Tuhan melalui orang-orang di sekitarnya.
Kualitas hidup yang seperti inilah yang Tuhan kehendaki juga ada dalam diri kita sebagai umat Tuhan. Dia menginginkan kita menjadi orang-orang yang tidak terjatuh pada kesombongan diri dan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dia menghendaki agar kita menjadi orang-orang yang tetap rendah hati, sekalipun kita memiliki jabatan yang tinggi dalam kehidupan sosial kita. Dia ingin kita menjadi umat yang tetap mengikuti tuntunan dan bimbingan yang dihadirkan-Nya melalui orang-orang di sekitar kita. Dia mau agar kita tidak mengandalkan kekuatan diri kita dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi dalam kehidupan kita. Hal-hal inilah yang juga dinasihatkan Paulus dalam surat Yakobus 4: 8-17. Kiranya kita dimampukan untuk memperhatikan dan mempraktikkannya. Tuhan memberkati. Amin.
Doa Syafaat dan Penutup
Berdoalah agar masyarakat terus memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan hidupnya dengan membuang sampah pada tempatnya.
Nyanyian Penutup
'KU MAU BERJALAN DENGAN JURUS'LAMATKU
(KJ 370: 1-2)
'Ku mau berjalan dengan Jurus'lamatku
di lembah berbunga dan berair sejuk.
Ya ke mana juga aku mau mengikut-Nya.
Sampai aku tiba di neg'ri baka.
Refrein:
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;
'Ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus;
ya ke mana juga 'ku mengikut-Nya!
'Ku mau berjalan dengan Jurus'lamatku
di lembah gelap, di badai yang menderu.
Aku takkan takut di bahaya apapun,
bila 'ku dibimbing tangan Tuhanku.
(kembali ke refrein)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar