(Selasa, 02 Mei 2023)
Saat Teduh
Nyanyian Pembuka
Meski Tak Layak Diriku
(KJ 27 : 1, 5)
Meski tak layak diriku,
tetapi kar'na darah-Mu
dan kar'na Kau memanggilku,
'ku datang, Yesus, pada-Mu.
Sebagaimana janji-Mu
menyambut dan membasuhku,
ya Anakdomba yang kudus,
'ku datang kini pada-Mu.
Pembacaan Mazmur 100
(dibaca secara berbalasan dengan anggota keluarga)
Doa Pembuka dan Firman
(dipimpin oleh salah satu anggota keluarga)
Pembacaan Alkitab
Perjanjian Lama : Yehezkhiel 34 : 23-31
Perjanjian Baru : Ibrani 13 : 20-21
Renungan
Kami sekeluarga di rumah memiliki dua ekor anjing peliharaan. Satu hal menarik yang terjadi selama kami memeliharanya adalah semakin hari, kami semakin merasa sayang dengan keduanya. Perasaan itu tumbuh karena kami menyadari bahwa keduanya telah menjadi bagian dari keluarga kami. Mereka sangat dekat dengan kami, tiap kali kami datang dari luar, mereka langsung menyambut kami dengan penuh antusias. Bahkan ada di antaranya yang langsung minta untuk diangkat dan digendong. Sekalipun mereka anjing dan kami manusia, namun karena kami telah hidup bersama beberapa waktu lamanya, maka ada ikatan perasaan yang kuat di antara kami.
Demikian jugalah gambaran hubungan antara Allah dengan umat-Nya. Secara hakikat, Allah dan manusia adalah dua pribadi yang berbeda. Allah adalah Pribadi yang mahakuasa dan tak terbatas kuasanya; manusia adalah pribadi yang sangat terbatas kuasanya. Allah adalah Pribadi yang mahatahu; manusia adalah pribadi yang terbatas pengetahuannya. Allah adalah Pencipta; dan manusia adalah ciptaan. Namun, di antara keduanya terbangun relasi yang begitu akrab dan hangat. Allah yang maha segalanya itu, berkenan untuk merangkul manusia dan menyahabatinya, layaknya seorang gembala yang merangkul dan menyahabati domba-dombanya. Bahkan Allah berkenan untuk mendekatkan diri kepada manusia yang adalah mahkluk ciptaan-Nya. Semua itu dilakukan-Nya, karena Dia menganggap bahwa manusia sebagai domba-domba gembalaan-Nya. Sebagaimana yang diungkapkan dalam Kitab Yehezkhiel 34:31 "Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."
Bahkan, sebagai Sang Gembala Agung, Allah berkenan untuk menyatakan janji damai-Nya kepada domba gembalaan-Nya. Kitab Yehezkhiel 34:23-30 mengungkapkan kepada kita tentang bagaimana Allah akan bertindak bagi manusia yang dirangkul dan disahabati-Nya itu. Allah akan memberkati mereka, mengijin mereka untuk menikmati kehidupan yang penuh damai sejahtera, dan akan menyelamatkan mereka dari pihak-pihak yang berbuat jahat kepada mereka. Janji yang diungkapkan Allah ini, tentu menjadi sebuah janji yang membahagiakan kita. Sebab, dalam keterbatasan dan kelemahan kita, ternyata Allah tetap berkenan untuk bertindak yang baik kepada kita.
Oleh karena itu, penting bagi kita yang telah menerima janji Allah itu untuk hidup setia dan taat kepada-Nya. Sebagaimana yang diungkapkan dalam Ibrani 13:21 "...untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus..." Inilah yang menjadi bagian yang perlu untuk kita perhatikan dalam kehidupan kita saat ini. Sebagai domba-domba milik Allah, kita dipanggil untuk hidup dalam kehendak Allah dan mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya.
Jangan sampai kebaikan yang telah Allah kerjakan itu, kita balas dengan perbuatan dan sikap hidup yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Kita harus terus belajar untuk melakukan kehendak Allah dan mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya dalam sepanjang hidup kita. Itulah bagian kita, sebagai domba-domba Allah. Kiranya kita dimampukan untuk melakukannya. Tuhan memberkati.
Doa Syafaat dan Penutup
- Berdoalah bagi masyarakat Indoesia agar tidak berhenti berjuang dalam merawat kehidupan dengan memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitas kehidupannya.
Nyanyian Penutup
'Ku Berserah kepada Allahku
(NKB 128 : 1, 4)
'Ku berserah kepada Allahku,
di darat pun di laut menderu.
Tiap detik tak berhenti,
Bapa sorgawi t'rus menjagaku.
Refrein:
'Ku tahu benar 'ku dipegang erat
di gunung tinggi dan samudera
di taufan g'lap 'ku didekat.
Bapa sorgawi t'rus menjagaku.
Meski berjalan di lembah gelap,
Gembala baik membimbingku tetap.
'Ku dihantar dan tak gentar,
Bapa sorgawi t'rus menjagaku.
(kembali ke refrein)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar