Tataibadah Harian
Rabu, 1 April 2026
MENGHAMBA; SUSAHKAH?
Saat teduh
Umat berdiam diri sekitar 30 detik, merenungkan segala
bentuk kebaikan Tuhan yang sudah diterimanya
Nyanyian Umat
KJ 33 “Suara-Mu Kudengar“
Suara-Mu kudengar memanggil diriku,
supaya ‘ku di Golgota dibasuh darah-Mu!
Aku datanglah, Tuhan,
pada-Mu;
dalam darah-Mu kudus sucikan diriku.
Kaupanggil diriku, supaya kukenal
iman, harapan yang teguh, dan kasih-Mu kekal.
Bacaan I: Yesaya 50.4-9a
Pesan yang penting dalam perikop ini
Seorang hamba Tuhan
dibentuk oleh Tuhan sedemikian rupa dengan cara-Nya (pendampingan, pembinaan,
penguatan, peneguhan, pengarahan, pencerahan) sehingga ia dimampukan menghadapi
berbagai tantangan hidup. Diharapkan melaluinya dunia dapat diperlengkapi
dengan berbagai kebaikan sehingga setiap hari rahmat Tuhan terus terpancar
melaluinya dan menghadirkan kesejukan. Ia tidak lepas dari kelemahan, namun
ditolong Tuhan sehingga dapat menuntaskan tugasnya dengan baik. Ketika
seseorang dipilih Tuhan menjadi hamba-Nya, maka itu merupakan keistimewaan dan
kehormatan, meski tidak dijauhkan dari rintangan dan pergumulan.
Doa Pembuka
Dipimpin seorang
anggota keluarga
Mazmur 70
Bacalah bagian ini dengan beberapa cara
1. Seorang
membacanya, sementara anggota keluarga lain mendengarkan
2. Seorang
membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara yang lain membaca bagian yang
mengarah ke kanan
3. Kaum
laki-laki membaca bagian yang mengarah ke kiri, sementara kaum perempuan
membaca yang mengarah ke kanan
Bacaan II: Yohanes 13.21-32
Pesan melalui
perikop
Tidak semua murid Yesus (hamba Tuhan) berhasil
menjalankan peran tugas yang dimandatkan kepadanya. Kala menerima penugasan,
tidak jarang muncul keraguan yang membuat keputusan tidak bulat sehingga
langkah juga goyah. Entah hal itu disebabkan kemalasan, atau sikap tidak saleh.
Belajar dari apa yang diceritakan dalam tulisan ini, mari
kita merefleksikannya melalui 3 sisi hidup kita, yakni sisi nalar (kognitif),
sisi rasa (afektif), serta sikap atau tindakan (motoris).
Secara nalar, kita diajak mengkritisi hal-hal berikut:
· Apakah
dalam hidup, kita pernah tergoda mengingkari Yesus dan ingin meninggalkan-Nya?
Selain itu, kita
juga diajak mengembangkan perasaan berikut:
·
Pernahkah kita kecewa pada-Nya? Kira-kira
apa yang menyebabkan kita kecewa terhadap-Nya? Apa yang kita lakukan jika
kecewa pada-Nya?
Kedua sisi itu tentu
akan memengaruhi tindakan kita, yang diharapkan bisa dilakoni secara etis.
Setidaknya, kita bisa mengukur apakah hidup kita sudah dijalani seperti ini:
· Akankah kita senantiasa setia kepada Yesus dan hidup
bersama-Nya selalu, memberlakukan perintah-Nya, apapun yang terjadi?
Doa Bersama
Dipimpin seorang anggota keluarga, dengan pokok doa:
·
Agar pelayan
Tuhan bersedia menyerahkan dirinya melayani umat Tuhan dan siapapun yang
dipercayakan Tuhan kepadanya
Nyanyian Umat
KJ 370 ”Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku”
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah berbunga dan berair sejuk.
Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya
sampai aku tiba di neg’ri baka.
Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus:
‘ku tetap mendengar dan mengikut-Nya.
Ikut,
ikut, ikut Tuhan Yesus;
ya, ke mana juga ‘ku mengikut-Nya!
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku
di lembah gelap, di badai yang menderu.
Aku takkan takut di bahaya apa pun,
bila ‘ku dibimbing tangan Tuhanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar